Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, menghadirkan perhatian besar publik setelah menyeret nama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Namun, ada fakta lain yang tak kalah menarik dari operasi senyap tersebut, yakni adanya empat orang lain yang ikut diamankan serta enam koper hijau berisi barang bukti yang dibawa penyidik menuju Jakarta.
KPK mengonfirmasi bahwa total ada lima orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Selain Bupati Sukoharjo Etik Suryani, empat orang lainnya juga ikut dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan jumlah pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo. Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta,” ujar Budi seperti dikutip Mashable Indonesia dari Kompas.
Meski demikian, KPK masih belum membuka identitas empat orang yang ikut terjaring dalam OTT tersebut. Lembaga antirasuah itu juga belum menjelaskan peran masing-masing pihak yang diamankan bersama Etik Suryani.
Kasus yang tengah ditangani KPK ini disebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan berupa pemerasan yang diduga dilakukan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
“Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Budi.
Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Etik Suryani bersama empat orang lainnya menjalani pemeriksaan awal secara tertutup di Mapolresta Surakarta sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Penggunaan fasilitas kepolisian tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemeriksaan awal oleh tim penyidik KPK setelah pelaksanaan OTT di wilayah Soloraya.
Fakta menarik lainnya muncul pada Jumat dini hari saat petugas KPK terlihat keluar masuk ruang pemeriksaan dengan membawa sejumlah barang bukti. Sekitar pukul 04.21 WIB, beberapa penyidik terlihat memasuki lobi Mapolresta Solo sambil membawa enam koper besar berwarna hijau serta sejumlah bundelan dokumen.
Enam koper tersebut langsung menarik perhatian karena ukurannya yang cukup besar dan dibawa menuju ruang pemeriksaan di lantai dua menggunakan lift utama. Hingga kini, KPK belum mengungkap isi detail dari koper-koper tersebut maupun dokumen yang ikut diamankan selama operasi berlangsung.
Sekitar satu jam setelahnya, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang diduga ikut diperiksa mulai meninggalkan lokasi pemeriksaan. Tak lama kemudian, tepat pada pukul 05.43 WIB, rombongan penyidik KPK bersama Etik Suryani keluar dari gedung Mapolresta Solo sambil membawa kembali enam koper hijau tersebut.
Saat meninggalkan lokasi, Bupati Sukoharjo Etik Suryani tampak mengenakan kemeja putih dipadukan dengan rompi hitam dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Ia memilih tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu sejak dini hari dan langsung menuju bus yang telah disiapkan di halaman Mapolresta Solo.
Seluruh barang bukti yang telah diamankan turut dimasukkan ke dalam bagasi bus sebelum rombongan bergerak menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo untuk diterbangkan ke Jakarta.
KPK memastikan bahwa pemeriksaan lanjutan terhadap Etik Suryani dan empat orang lainnya akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK guna menentukan status hukum masing-masing pihak dalam kasus OTT tersebut.
“Dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto turut membenarkan penangkapan orang nomor satu di Kabupaten Sukoharjo tersebut.
“Benar,” kata Fitroh singkat saat dikonfirmasi media.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai identitas empat orang yang ikut diamankan, peran mereka dalam perkara ini, serta isi enam koper hijau yang diduga menjadi bagian penting dari barang bukti dalam OTT yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani.