Masih ingat dengan gelaran Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia? Bagi Anda yang sempat menyaksikan langsung aksi talenta muda Spanyol di Stadion Manahan, Surakarta, nama Pau Cubarsi tentu sudah tidak asing lagi.
Siapa sangka, hanya dalam kurun waktu tiga tahun sejak mengacak-acak lapangan di Indonesia, bek muda berbakat ini kini resmi berstatus sebagai Juara Piala Dunia 2026 bersama Timnas Senior Spanyol.
Tak hanya membawa pulang trofi paling bergengsi di dunia, Cubarsi kini bahkan masuk dalam bursa kandidat terkuat peraih penghargaan individu tertinggi sepak bola: Ballon d’Or 2026.
Tembok Kokoh La Roja: Hanya Kebobolan 1 Gol!
Spanyol sukses menyematkan bintang kedua di dada mereka setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Piala Dunia 2026 yang mendebarkan. Keberhasilan La Roja merajai turnamen ini tak lepas dari lini pertahanan mereka yang bak benteng kokoh.
Sepanjang turnamen, gawang Spanyol hanya kebobolan satu kali—yakni lewat gol Charles De Ketelaere saat menang atas Belgia di perempat final.
Meski Rodri akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen (Golden Ball) berkat kepemimpinannya di lini tengah, Cubarsi yang menyabet gelar Best Young Player sejatinya tampil tak kalah impresif. Berduet dengan Aymeric Laporte, bek Barcelona berusia 19 tahun ini menjadi kunci utama kokohnya pertahanan Spanyol.
Media kenamaan Spanyol, Mundo Deportivo, mencatat statistik fantastis Cubarsi selama Piala Dunia 2026:
24 kali merebut bola (recoveries)
96% akurasi umpan
6 clean sheet (nirbobol)
12 duel udara dimenangkan
Sejajar dengan Cannavaro dan Sammer
Statistik apik Cubarsi membuat banyak pihak mulai membandingkannya dengan legenda bek dunia. Catatan performanya di Piala Dunia 2026 dinilai sejajar dengan Fabio Cannavaro saat membawa Italia juara Piala Dunia 2006—yang berujung pada piala Ballon d’Or untuk sang bek.
Bahkan jika dibandingkan dengan Matthias Sammer (bek terakhir sebelum Cannavaro yang meraih Ballon d’Or pada 1996), Cubarsi unggul dalam hal akurasi umpan (96% banding 84%) dan jumlah clean sheet. Ditambah gelar juara LaLiga bersama Barcelona musim ini, fondasi Cubarsi untuk meraih Ballon d’Or terasa sangat solid.
“Dalam tahun tanpa kandidat penyerang yang mendominasi secara mutlak, seorang remaja yang memimpin pertahanan terbaik dalam sejarah Piala Dunia dan menjuarai LaLiga memiliki argumen yang sangat kuat,” tulis analisa pakar media Spanyol.
Absennya Bintang Utama & Peluang Cubarsi
Peluang Cubarsi makin terbuka lebar mengingat para pesaingnya mengalami pasang surut musim ini:
Harry Kane: Tajam di level klub, namun gagal menjuarai Piala Dunia maupun Liga Champions.
Kylian Mbappe: Mengalami musim yang sulit tanpa meraih trofi bergengsi di level klub maupun timnas.
Ousmane Dembele: Menjuarai Liga Champions, tetapi tampil kurang menggigit di Piala Dunia.
Rodri: Sempat absen cukup lama di awal musim akibat cedera.
Lamine Yamal: Sahabat sekaligus rekan setimnya di Barcelona memang masih menjadi favorit bursa taruhan, namun penampilannya di Piala Dunia dinilai solid tanpa kejutan ekstra.
Meskipun bek kerap dianaktirikan dalam ajang Ballon d’Or yang lebih sering memanjakan para juru gedor, konsistensi dan catatan sejarah Cubarsi musim ini sulit untuk diabaikan begitu saja.
Jebolan Piala Dunia U-17 Indonesia yang Melesat Cepat
Lahir di Estanyol (Girona) pada 2007, Cubarsi bergabung dengan akademi La Masia Barcelona pada 2018. Bakat besarnya mulai tercium saat ia membela tim U-19 dan skuat Barcelona Atlètic di bawah asuhan Rafa Márquez pada musim 2023/24.
Di tahun yang sama, Cubarsi terbang ke Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-17 2023 bersama rekan setimnya seperti Héctor Fort dan Marc Guiu.
Dari merumput di lapangan Indonesia pada akhir 2023, hingga kini mengangkat trofi Piala Dunia 2026 senior dan masuk radar Ballon d’Or, lompatan karier Pau Cubarsi adalah cerita dongeng yang menjadi nyata.