Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain bintang seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Jude Bellingham.
Turnamen yang berlangsung selama 39 hari dengan total 104 pertandingan itu juga melahirkan sederet pemain muda dan nama-nama yang sebelumnya kurang dikenal, tetapi kini menjadi incaran klub-klub besar Eropa.
Penampilan impresif mereka membuat nilai pasar meningkat drastis menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2026. Bahkan beberapa di antaranya sudah dikaitkan dengan klub-klub elite seperti Manchester City, Celtic hingga sejumlah tim Premier League.
Berikut tujuh pemain yang mencuri perhatian sepanjang Piala Dunia 2026.
1. Ayyoub Bouaddi (Maroko)
Nama Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 18 tahun itu langsung dipercaya menjadi starter saat Maroko menghadapi Brasil pada laga pembuka fase grup.
Bouaddi tampil tenang menghadapi lini tengah Brasil. Ia mencatat 60 umpan sukses dari 66 percobaan atau akurasi mencapai 90,7 persen.
Catatan tersebut menjadikannya pemain termuda kedua sejak 1966 yang mampu menyelesaikan lebih dari 50 operan dalam satu pertandingan Piala Dunia pada usia 18 tahun 254 hari.
Kemampuan mengatur tempo, membawa bola, serta distribusi umpannya membuat Manchester City dikabarkan siap mengajukan tawaran senilai 100 juta euro.
2. Gustavo Puerta (Kolombia)
Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi Gustavo Puerta.
Gelandang Kolombia itu tampil konsisten sepanjang turnamen dengan akurasi umpan mencapai 92 persen dan akurasi operan di sepertiga akhir lapangan sebesar 88,3 persen.

Selain itu, Puerta mencatat:
- 94 kali membawa bola progresif.
- Tujuh progresi yang berakhir menjadi peluang atau tembakan.
- Menjadi pemain Kolombia dengan jumlah tekanan (pressures) terbanyak selama turnamen.
Performa tersebut semakin meningkatkan reputasinya setelah sebelumnya sukses membawa Racing Santander promosi ke La Liga.
3. Orlando Gill (Paraguay)
Penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill, menjadi salah satu kiper terbaik sepanjang turnamen.
Gill membukukan 23 penyelamatan, terbanyak dibanding seluruh kiper di Piala Dunia 2026.

Sebanyak 15 penyelamatan dilakukan dari tembakan di dalam kotak penalti, sementara persentase penyelamatannya mencapai 78,6 persen, lebih baik dibanding Alisson Becker, Emiliano Martinez hingga Thibaut Courtois.
Puncak penampilannya terjadi saat membawa Paraguay menyingkirkan Jerman melalui adu penalti dengan menggagalkan eksekusi Kai Havertz dan Nick Woltemade.
4. Pedro Vite (Ekuador)
Meski Ekuador hanya mencapai babak 32 besar, Pedro Vite menjadi salah satu gelandang paling komplet sepanjang turnamen.
Sebelum fase gugur dimulai, pemain berusia 24 tahun itu masuk jajaran terbaik dalam sejumlah statistik penting.

Catatannya meliputi:
- Delapan peluang tercipta dari permainan terbuka.
- 14 percobaan tekel.
- 29 kali merebut kembali penguasaan bola.
- 234 umpan sukses.
Penampilan terbaiknya hadir saat membantu Ekuador mengalahkan Jerman. Dalam pertandingan tersebut, Vite memenangi 11 duel dan mencatat sembilan tekel, menjadi yang terbanyak di lapangan.
Performa tersebut membuat sejumlah klub Eropa mulai memantau situasinya.
5. Keito Nakamura (Jepang)
Absennya Kaoru Mitoma memberi kesempatan besar kepada Keito Nakamura, dan pemain Jepang itu memanfaatkannya dengan sangat baik.
Nakamura mencetak gol pertama Jepang di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Belanda dan kemudian menyumbang assist dalam kemenangan atas Tunisia.

Selama fase grup ia berhasil:
- Menuntaskan lima dari tujuh percobaan dribel.
- Terlibat dalam sembilan peluang gol, terdiri dari lima tembakan dan empat peluang yang diciptakan.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menyerang membuat sejumlah klub Premier League dikabarkan mulai memantau sang pemain.
6. Haissem Hassan (Mesir)
Meski hanya bermain 126 menit, Haissem Hassan mampu meninggalkan kesan mendalam.
Pemain Real Oviedo itu tampil gemilang saat menghadapi Argentina. Dribel dan kreativitasnya beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.

Dalam waktu bermain yang terbatas, Hassan mencatat:
- Sembilan percobaan dribel.
- Rata-rata 6,4 dribel per 90 menit.
Media Inggris melaporkan Celtic menjadi salah satu klub yang paling serius mengamati perkembangan pemain berusia 24 tahun tersebut.
7. Marvin Senaya (Ghana)
Bek kanan Ghana, Marvin Senaya, menjadi salah satu pemain bertahan paling konsisten di Piala Dunia 2026.
Statistik menunjukkan ia memiliki tingkat keberhasilan true tackle sebesar 74,1 persen, terbaik kelima dari lebih dari 230 pemain yang mencatat minimal 20 tekel.

Ia juga menjadi pemain dengan rata-rata percobaan tekel tertinggi sepanjang turnamen, yakni 6,43 tekel per 90 menit.
Penampilan terbaiknya terjadi saat Ghana menahan imbang Inggris tanpa gol. Senaya sukses meredam Anthony Gordon dan memenangkan lima tekel dalam pertandingan tersebut.
Meski mengalami cedera hamstring pada babak 32 besar, sejumlah klub Eropa diperkirakan akan tetap memantau situasinya hingga akhir bursa transfer.
Piala Dunia 2026 Kembali Jadi Ajang Lahirnya Bintang Baru
Piala Dunia selalu menjadi panggung bagi pemain untuk meningkatkan reputasi dan nilai pasar mereka. Edisi 2026 kembali membuktikan hal tersebut dengan munculnya sejumlah talenta yang kini masuk radar klub-klub elite Eropa.
Beberapa nama seperti Ayyoub Bouaddi, Pedro Vite, Keito Nakamura, hingga Orlando Gill diperkirakan akan menjadi sorotan utama dalam bursa transfer musim panas 2026.
Jika performa mereka terus berkembang, bukan tidak mungkin para pemain ini segera merapat ke klub-klub papan atas dan menjadi wajah baru sepak bola Eropa dalam beberapa musim ke depan.