loading…
Sifat amanah ini mencakup kejujuran, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab penuh atas tugas-tugas yang diberikan, serta merupakan bagian dari kesempurnaan iman seseorang. Foto ilustrasi/ist
Sifat amanah ini mencakup kejujuran, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab penuh atas tugas-tugas yang diberikan, serta merupakan bagian dari kesempurnaan iman seseorang. Faktanya, amanah ini sering diremehkan oleh sebagian orang bahkan melalaikannya.
Dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk menjaga amanah , bahkan mewajibkan kita untuk memelihara amanah ini.
Ajaran untuk bersifat amanah ini sejalan dengan perintah Allah dalam firmannya :
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang Memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat”. Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah bersabda tentang amanah, yang diriwayatkan oleh Ahmad, “Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama yang sempurna bagi orang yang tidak menepati janji ”. (QS An-Nisa 58)
Baca juga: Apa Itu Nikah Misyar? Benarkah Solusi Pernikahan Wanita Tajir yang Tidak Butuh Nafkah?
Rasulullah sendiri mengaitkan amanah ini dengan iman, seperti dalam sabdanya :
لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ