Industri perfilman Indonesia mencatat tonggak baru. Film komedi lokal Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa di bioskop Indonesia setelah melampaui capaian Avengers: Endgame yang selama ini memegang rekor tersebut.
Data terbaru menunjukkan film tersebut berhasil meraih sekitar 10,98 juta penonton di seluruh jaringan bioskop Tanah Air, sedikit lebih tinggi dibandingkan Endgame yang mengumpulkan 10,97 juta penonton sejak tayang pada 2019. Pencapaian ini sekaligus menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir film lokal berhasil menempati posisi teratas daftar box office Indonesia lintas negara.
Kesuksesan film ini tidak hanya menunjukkan kuatnya daya tarik komedi lokal, tetapi juga menegaskan perubahan pola konsumsi penonton bioskop di Indonesia yang semakin terbuka terhadap produksi dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah film Indonesia bahkan mampu bersaing dengan film blockbuster Hollywood dalam jumlah penonton.
Berikut daftar 10 film dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa di Indonesia berdasarkan data penjualan tiket bioskop nasional.
Agak Laen: Menyala Pantiku! — 2025 — 10.980.141 penonton — Indonesia
Film komedi ini menjadi fenomena besar sejak dirilis pada akhir 2025. Disutradarai oleh Muhadkly Acho dan dibintangi oleh para komika dari kelompok Agak Laen, film ini berhasil mempertahankan momentum penonton selama lebih dari tiga bulan di bioskop.
Film ini menyalip berbagai rekor sebelumnya hingga akhirnya menggeser Avengers: Endgame dari puncak box office Indonesia.
Avengers: Endgame — 2019 — 10.976.338 penonton — Amerika Serikat
Film penutup saga besar Marvel Cinematic Universe ini sempat dianggap sebagai rekor yang hampir mustahil dikalahkan. Dirilis pada 2019, film produksi Marvel Studios tersebut mendominasi bioskop Indonesia selama bertahun-tahun dengan hampir 11 juta penonton sebelum akhirnya dilampaui oleh film lokal pada 2026.
Jumbo — 2025 — 10.233.002 penonton — Indonesia
Film animasi keluarga ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah perfilman nasional. Dengan cerita yang menyentuh dan pendekatan visual yang segar, Jumbo berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton dan menjadi salah satu film animasi paling sukses di Asia Tenggara.
KKN di Desa Penari — 2022 — 10.061.033 penonton — Indonesia
Diadaptasi dari kisah viral di media sosial, film horor ini sempat memegang rekor film Indonesia terlaris sebelum akhirnya dilampaui oleh beberapa judul lain. Atmosfer horor yang kuat serta promosi yang masif membuat film ini menjadi fenomena budaya pop ketika dirilis.
Agak Laen — 2024 — 9.126.607 penonton — Indonesia
Film pertama dari franchise Agak Laen ini membuka jalan bagi kesuksesan sekuelnya. Menggabungkan komedi absurd dengan elemen horor ringan, film ini berhasil meraih lebih dari 9 juta penonton dan membuktikan potensi besar komedi lokal di pasar bioskop.
Avengers: Infinity War — 2018 — 8.220.812 penonton — Amerika Serikat
Film ini menjadi salah satu puncak popularitas Marvel di Indonesia. Dengan cerita yang mempertemukan hampir seluruh karakter utama MCU, film ini menarik lebih dari 8 juta penonton di bioskop Indonesia.
Spider-Man: No Way Home — 2021 — 8.215.014 penonton — Amerika Serikat
Kemunculan kembali beberapa pemeran Spider-Man dari berbagai era membuat film ini menjadi peristiwa besar bagi penggemar superhero. Antusiasme tersebut mendorong jumlah penonton hingga lebih dari 8 juta di Indonesia.
Avatar: The Way of Water — 2022 — 7.096.798 penonton — Amerika Serikat
Sekuel dari film fenomenal karya James Cameron ini juga meraih kesuksesan besar di Indonesia. Visual spektakuler dan teknologi sinematografi mutakhir menjadi daya tarik utama film ini bagi penonton.
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 — 2016 — 6.858.616 penonton — Indonesia
Film ini menjadi tonggak kebangkitan film komedi Indonesia di era modern. Menghidupkan kembali humor khas Warkop DKI, film ini berhasil mencetak rekor penonton nasional pada masanya.
Pengabdi Setan 2: Communion — 2022 — 6.391.982 penonton — Indonesia
Sekuel dari film horor karya Joko Anwar ini memperluas semesta cerita Pengabdi Setan dengan skala produksi yang lebih besar. Film ini tidak hanya sukses di Indonesia, tetapi juga mendapatkan distribusi luas di berbagai negara.
Dominasi film Indonesia dalam daftar ini menunjukkan perubahan signifikan dalam industri perfilman nasional. Dari sepuluh film teratas, enam di antaranya merupakan produksi lokal. Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa film Indonesia kini mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus bersaing dengan blockbuster Hollywood dalam menarik jutaan penonton ke bioskop.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin rekor penonton di Indonesia akan semakin sering dipecahkan oleh karya sineas lokal di masa mendatang.