loading…
Tentara AS berada di dekat sistem pertahanan rudal Patriot. Foto/anadolu
Pentagon baru-baru ini menyelesaikan dua tinjauan kebijakan utama, salah satunya adalah Strategi Pertahanan Nasional baru yang mengalihkan prioritas dari China ke keamanan dalam negeri dan Belahan Bumi Barat.
“Untuk memastikan perdamaian, kita harus bersiap untuk perang,” ujar Hegseth kepada ratusan jenderal dan laksamana AS di pangkalan Korps Marinir di Quantico, Virginia, pada hari Selasa.
Ia juga mengklaim, “Pasifisme itu … naif dan berbahaya.”
Menurut Menteri Pertahanan, militer AS membutuhkan lebih banyak pasukan, senjata, dan amunisi. “Ini adalah momen yang mendesak, urgensi yang semakin meningkat,” ujarnya, merujuk pada dugaan meningkatnya ancaman.
Hegseth tidak menyebutkan secara spesifik ancaman apa pun selain kebutuhan untuk menghalangi China.